Sekotak Kerak
Nasi ditanak meninggalkan kerak
Dengan santan ia melunak
Parutan kelapa muda menambah enak
Sisasisa cinta tak selalu nista
Adakalanya berujung bahagia
Sama dengan kerak nasi
Kriuknya membawa kita ke Surakarta
Membuka memori cinta suci
Kupersembahkan sekotak kerak pengganti perak
Ditemani kopi luwak
Dua hati bergejolak
Enak, Kak?
Miss Rima
Kebayoran Lama 22 Jan 2010
Daun Cinta
Saat kurang kerjaan, melihat daun, lalu lahirlah puisi ini di bawah pohon rindang, mata menerawang, memandang, membayang. Rindukan kasih sayang.
***
Sejuk menusuk
Kasak kusuk perut kukuruyuk ngantuk
Lekuk terbentuk
Bayang pungguk menunduk
Mengeruk daun-daun busuk
Kuukir kata di atas daun cinta
Memikirkan rasa yang tak tersampaikan lewat suara
Daun cinta,
Bawalah pesan cinta padanya
Agar dia tahu betapa aku mencintainya
Bentangkanlah sayap kata-kata
Mengudara
Jemput dia
Untuk sembuhkan luka
Pondok Indah, 1o Mei 2009
Mentari Pagi

Sunrise @ Pulau Semak Daun
Senyuman mentari pagi menghiasi bumi
Sinarnya mulai menggores langit Timur
Bulu babi mulai berjemur
Nikmati siluet mentari
Semburat emas menari-nari
Menyajikan keindahan alam negeri
Tergerak hati memeluk mentari
Rasakan hangatnya meresap dalam hati
Namun tak sanggup tangan ini menggapainya
Di Pulau Semak Daun
Rumput laut terbangun
Terumbu karang tersenyum
Bola mentari sentuh tangan ini
Semburkan energi tuk raih mimpi
Obati rindu yang tak terperi

Sunrise and me
Aku dan mentari bersama menelusuri jejak pagi
Hiasi hati yang tak akan meredup lagi
Berseri kembali
terjang badai
sampai mati
nanti


