Poetry

Sekotak Kerak

Nasi ditanak meninggalkan kerak

Dengan santan ia melunak

Parutan kelapa muda menambah enak

Sisasisa cinta tak selalu nista

Adakalanya berujung bahagia

Sama dengan kerak nasi

Kriuknya membawa kita ke Surakarta

Membuka memori cinta suci

Kupersembahkan sekotak kerak pengganti perak

Ditemani kopi luwak

Dua hati bergejolak

Enak, Kak?

Miss Rima

Kebayoran Lama 22 Jan 2010

Be the first to comment - What do you think?

Posted by minehaway    Date: Thursday, February 11, 2010

Categories: Poetry

Tags:

Daun Cinta

Saat kurang kerjaan, melihat daun, lalu lahirlah puisi ini di bawah pohon rindang, mata menerawang, memandang, membayang. Rindukan kasih sayang.

***

Sejuk menusuk

Kasak kusuk perut kukuruyuk ngantuk

Lekuk terbentuk

Bayang pungguk menunduk

Mengeruk daun-daun busuk

Kuukir kata di atas daun cinta

Memikirkan rasa yang tak tersampaikan lewat suara

Daun cinta,

Bawalah pesan cinta padanya

Agar dia tahu betapa aku mencintainya

Bentangkanlah sayap kata-kata

Mengudara

Jemput dia

Untuk sembuhkan luka

Pondok Indah, 1o Mei 2009

Be the first to comment - What do you think?

Posted by minehaway    Date: Sunday, December 13, 2009

Categories: Poetry

Tags:

Mentari Pagi

Sunrise @ Pulau Semak Daun

Sunrise @ Pulau Semak Daun

Senyuman mentari pagi menghiasi bumi

Sinarnya mulai menggores langit Timur

Bulu babi mulai berjemur

Nikmati siluet mentari

Semburat emas menari-nari

Menyajikan keindahan alam negeri

Tergerak hati memeluk mentari

Rasakan hangatnya meresap dalam hati

Namun tak sanggup tangan ini menggapainya

Di Pulau Semak Daun

Rumput laut terbangun

Terumbu karang tersenyum

Bola mentari sentuh tangan ini

Semburkan energi tuk raih mimpi

Obati rindu yang tak terperi

Sunrise and me

Sunrise and me

Aku dan mentari bersama menelusuri jejak pagi

Hiasi hati yang tak akan meredup lagi

Berseri kembali

terjang badai

sampai mati

nanti

1 comment - What do you think?

Posted by minehaway    Date: Wednesday, August 19, 2009

Categories: Poetry

Tags: